BUKA MATA, BUKA HATI UNTUK SAUDARA KITA

mata hati

Penyiksaan, pembunuhan, perampasan, pengusiran dan berbagai macam perbuatan yang hari ini sering kita dengar atau kita saksikan dari deretan informasi  kaum muslimin dibelahan dunia yang disebarkan lewat berbagai media, majalah Koran, internet  dll. Siapa yang tidak terenyuh mendengarkan berita dari saudara seiman kita yang mengalami apa yang tidak kita alami hari ini. Sebagai satu iman yang tumbuh cinta karena Allah, menjadikan keterkaitan cinta yang abadi disisi-Nya. Hasilnya apa yang mereka rasakan saat ini dari kepedihan, kegelisahan, rasa was-was, takut, cemas dan berbagai perasaan yang bercampur aduk didalam hati, akan dirasakan oleh orang yang terikat cinta karena Allah. Karena seorang mukmin seperti satu tubuh, jika salah satu tubuh merasakan sakit, maka tubuh lainnya merasakan sakit juga.

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى شيئا تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Artinya: ”Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

Dari saudara kita di Palestina, Suriah, Burma, Irak, Bangladesh, Thailand, dan negeri muslim yang pada hari ini merasakan dahsyatnya cobaan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Allah. Berbagai alasan kenapa mereka dengan mudahnya menyiksa, membunuh, membakar, menggorok leher-leher kaum muslimin dengan senangnya. Dibalik rasa kebencian ‘fitrah’ mereka kepada kaum muslimin berdasarkan firman Allah:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. (Al-Baqarah: 120).

Mereka menutupi kebencian itu dengan dalih melawan pemerintah, mengganggu keamanan, dan tidak toleransi. Yang pada dasarnya, hal itu hanya sebuah alasan yang dibuat-buat agar mereka mampu menumpahkan darah kaum muslimin dan menyingkirkan dari bumi.

Alhamdulillah telah tersebar dengan mudah informasi-informasi perkembangan dunia Islam dari pelosok Negri, yang didapatkan berbagai sumber terpercaya dari situs-situs forum yang selalu update berita terkhusus pada negeri dimana kaum muslimin terdzolimi. Kemudian yang tersebar pula disitus lainnya telah memberikan kontribusinya mengenai info-info Islam. Dan tak kalah infonya dijejaring sosial yang telah mengshare dari berbagai situs terpercaya, baik yang berbentuk video, maupun artikelnya. Namun bagi kaum muslimin yang menanti berita Islam dilayar televisi, adalah mustahil, kecuali media telah dikuasai orang Islam. Meski ada, akan diputar balikkan fakta yang terjadi. Karena media televisi dikuasai orang kafir, yang takkan mungkin mereka mengabarkan hasil kejahatan mereka dilayar televisi kepada masyarakat, ataupun jika sebagian berita dimiliki orang Islam, namun mereka tetap tolong-menolong menyembunyikannya/menutupi, karena pendapatannya begitu besar. Tandanya mereka memiliki penyakit dalam hati.

Marilah buka mata dan buka hati kita, untuk selalu mencari informasi mengenai saudara seiman yang mendapat musibah. Dengan begitu, rasa kepedulian kita kepada saudara semuslim akan tumbuh. Sehingga muncul simpati membantu dengan apa adanya untuk meringankan saudara seiman.

Jika kita hanya  memperhatian lezatnya dunia, sibuknya dalam rutinitas pribadi, yang melakukan pekerjaan tanpa disertai pencarian informasi perkembangan Islam, dunia yang rendah ini akan menggiring kita untuk melupakan mereka semua. Pikiran, tenaga, dan dana yang kita miliki, akhirnya kita kerahkan pada diri sendiri dan keluarga. ujungnya seperti orang egois yang menganggap kebutuhan itu harus dipenuhi kepada keluarga saja. Dan orang lain yang lebih membutuhkan, tidak dihiraukan. Padahal diantara kita memiliki kelebihan harta dan kemampuan tenaga. Itulah berawal dari sempitnya wawasan yang dimiliki, karena tidak membuka mata, sebagai mencari informasi, dan membuka hati, sebagai penerima informasi tersebut dengan lapang dada dan kepedulian.

Bayangkan, jika apa yang mereka alami hari ini menimpa kita. Ayah, yang dibunuh didepan mata anaknya. Anak perempuannya, yang diperkosa didepan ibunya, wanita diperkosa didepan suaminya. rasa keamanan sudah hilang. Yang ada hanya was-was yang selalu menghantui. Anak menjadi yatim piatu. Wanita menjadi janda. Seorang suami menjadi duda. Harta yang dimiliki habis bersama hangusnya rumah dalam kobaran api. Anggota badan yang hilang, dan nasib esok hari hanya terlintas dalam benak, “apakah besok saya tertangkap, disiksa, kemudian dibunuh atau tertimpa jatuhnya bom atau bahkan menjadi incaran senapan para sniper? ”…

Gambaran tersebut secuil dari derita saudara kita. Bagaimana jika hal diatas menimpa kita? Kalau tanpa kesabaran, seolah-olah Allah telah mengelantarkan hambanya. Padahal, adanya kejadian tersebut untuk mengukur batas kepedulian. Meski jauh dipandangan mata, tetapi menjadi dekat dihati karena iman didada.

Walaupun kita tidak akan mampu sebagaimana Mu’tsim yang memberi bantuan, ketika ada muslimah yang terdzolimi. Kemudian dengan segara datang bantuan prajuritnya, yang barisan pertama sudah sampai dinegeri siwanita terdzolimi tersebut, sedangkan barisan belakang masih ada di negeri Mu’tashim. Padahal jarak antara negeri tempat si wanita terdzolimi dengan negeri Mu’tashim begitu jauhnya.

Mulailah berazzam pada diri kita untuk membantu dengan apa yang kita miliki. Jika benar-benar tak mampu, cukuplah dengan untaian sebuah do’a ditengah malam, dan waktu-waktu mustajab. Jika kita hari ini mempunyai anggapan sempit tentang muslim. Ubahlah, bahwa dimana kaum muslimin berada, disitulah saudara kita.

Allah selalu melihat niat yang ada dalam lubuk hati, dan usaha pada gerakan anggota badan kita. jika memang niat dan usaha yang shalih, Allah akan mengabulkan niat dan usaha kita. Jika tidak mengabulkannya, maka yakinlah bahwa Allah telah menulis niat shalih kita untuk tabungan di akherat nanti.

“jangan lupakan saudara semuslim diseluruh dunia yang membutuhkan bantuan kita meski hanya sebuah do’a”

wallahu a’lam bisyowab

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s